Adat Bugis Terkait Pendidikan Karakter

 Adat Bugis Terkait Pendidikan Karakter

Kita mendapat banyak pengetahuan tentang adat Bugis karena petuah-petuah luhur yang dinyatakan dalam tulisan. Sistem dan norma adat tertulis yang merupakan wujud kebudayaan tersebut disebut dengan pangngaderreng. Sistem pangngadereng terdiri dari 5 unsur pokok, yaitu:

  1. a)Ade’, tata tertib yang bersifat normatif
  2. b)Bicara, aturan formal yang menyangkut peradilan dalam arti luas
  3. c)Rappang, aturan tak tertulis untuk mengokohkan Negara dengan segenap undang-undang dan hukumnya
  4. d)Wari’, ketentuan dari bagian ade’ yang mengatur batas-batas hak dan kewajiban setiap orang dalam hidup bermasyarakat
  5. e)Sara’, berasal dari syariat agama Islam

Pangngaderreng membangun martabat dan harkat insan karena diantara kandungan isinya mengatur manusia agar apabila hendak berbuat sesuatu:

  1. a)Lihatlah kesudahan perbuatan itu, barulah mengerjakannya
  2. b)Takutlah kepada orang yang jujur
  3. c)Jangan mengingkari janji
  4. d)Jangan takut mendengar berita, justru dengarkanlah, berita itu jadilah pertimbangan
  5. e)Jangan enggan dinasehati
  6. f)Janganlah memulai pekerjaan yang sulit, jangan pula berkata-kata kepada orang tentang hal yang tidak menyenangkan
  7. g)Rajinlah meminta pertimbangan dariorang-orang yang dekat di sekelilingmu

Sedangkan dalam pergaulan hidup harus dilandasi oleh empat macam, yaitu:

  1. a)Kasih sayang dalam keluarga
  2. b)Saling memaafkan
  3. c)Tidak segan saling menolong dan melakukan pengorbanan demi keluhuran
  4. d)Saling memberi nasihat untuk berbuat kebajikan.

Selain hal tersebut di atas ada beberapa pameo yang dapat dijumpai dalam bahasa Bugis yang menggambarkan karakter orang bugis, yaitu:

  1. a)Aju maluruemi riala parewa bola (sifat pemimpin harus lurus)
  2. b)Ade’e temmakke anak temmakke-epo (Adil dan tidak boleh pilih kasih)
  3. c)Ajak mapoloi alona tauwe (tidak mengambil hak orang lain).
  1. Konsep Pendidikan Karakter Menurut Ajaran Agama Islam

Konsep dasar pendidikan karakter identik dengan pendidikan akhlak.Perkataan akhlaq bentuk jamak dari khuluq yang menurut bahasa diartikan budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.Rumusan pengertian akhlak timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara Khaliq dan makhluk serta antara makhluk dan makhluk.Perkataan ini bersumber dari kalimat yang tercantum dalam Al-Quran surah al-Qalam ayat 4.

 

Artinya :dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Dari penjelasan di atas dapat digarisbawahi bahwa pendidikan karakter dan pendidikan akhlak memiliki kesamaan yaitu untuk menjadikan manusia lebih baik.Pendidikan karakter bersumber pada nilai-nilai kebaikan universal (nilai-nilai kehidupan yang baik atau buruknya diakui oleh seluruh umat manusia), dan pada dasarnya ajaran Islam adalah agama yang mengandung nilai-nilai universal yang dapat diterima oleh seluruh umat manusia.

Dengan demikian maka pendidikan akhlak bisa dikatakan sebagai pendidikan karakter atau pembentukan karakter sesuai dengan nilai-nilai Islam yang bersumber pada ajaran Islam yang universal (al-Qur’an dan Hadist).

Konsep pendidikan karakter dalam agama Islam bersumber pada al-qur’an dan hadis. Berbagai karakter yang harus dimiliki oleh kaum Muslimin baik menurut al-qur’an maupun hadis antara lain adalah:[13]

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/06/06/kinemaster-pro/