6 Keistimewaan Beristighfar Yang Luar Biasa

6 Keistimewaan Beristighfar Yang Luar Biasa

6 Keistimewaan Beristighfar Yang Luar Biasa

6 Keistimewaan Beristighfar Yang Luar Biasa
6 Keistimewaan Beristighfar Yang Luar Biasa

Kalimat istighfar tidak hanya diucapkan ketika kita telah melakukan suatu dosa atau kemaksiatan. Tidak dikhususkan sebagai bacaan orang-orang yang berlumuran dosa, lalu ingin membersihkan diri darinya. Tapi istighfar milik kita semua dan bacaan setiap hamba yang ingin lebih dekat dengan Tuhannya. Pengucapan dan pelafazhannya tidak menunggu adanya dosa dan kesalahan. Seyogiyanya kita beristighfar setiap saat, setiap waktu, setiap hari, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dan para shahabatnya.

1. Menggembirakan Allah

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Dicintai Allah

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah).

3. Dosa-dosanya Diampuni

Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah berkata, “Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosanya).” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi dan ia nyatakan sebagai hadits hasan).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menegaskan, “Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa (bersih dan suci).” (HR. Ibnu Majah dan dihasankan al- Albani). Imam Qatadah berkata, “Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’ Ulumiddin: 1/410).

4. Selamat dari Api Neraka

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku. Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkanku masuk neraka’. Rasulullah bersabda, ‘Di mana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

5. Mendapat Balasan Surga

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan ‘mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai- sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali ‘Imran: 135-136).

6. Mengecewakan Syaitan

Sesungguhnya syetan telah berkata, “Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya, “Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.” (HR. Ahmad dan al-Hakim).

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/