370 siswa SMA Kota Bandung Ikuti Pasanggiri Apresiasi Basa sareng Kesenian Daerah 2018

370 siswa SMA Kota Bandung Ikuti Pasanggiri Apresiasi Basa sareng Kesenian Daerah 2018

370 siswa SMA Kota Bandung Ikuti Pasanggiri Apresiasi Basa sareng Kesenian Daerah 2018

 

370 siswa SMA Kota Bandung Ikuti Pasanggiri Apresiasi Basa sareng Kesenian Daerah 2018

Musawarah Guru Mata Pelajaran(MGMP)

Basa Sunda Kota Bandung selenggerakan acara bertajuk “Pasanggiri Apresiasi Basa sareng Kesenian Daerah 2018” di SMA 3 dan 5 Kota Bandung, Minggu 2 September 2018. Terdiri dari delapan mata lomba dan diikuti oleh 370 siswa dari 36 SMA, acara ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya bahasa sunda untuk dilestarikan oleh siswa.

Ketua Panitia

Encep Ridwan mengatakan, penyelanggarakan acara tersebut berlandaskan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 69 tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pelajaran Bahasa Sunda tingkat SMA serta Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2014 tentang Pelestarian Aksara dan Bahasa Daerah.

“Jadi acara pasanggiri ini merupakan buah dari evaluasi pembelajaran di kelas. Kalau bahasa lainnya, ini adalah ujian nasionalnya bahasa sunda,” ucap Encep.

Ia menuturkan, delapan mata lomba yang dilombakan antara lain Biantara, Maca sajak, Dongeng, Tempas sindir, Aksara sunda, Maca warta, Pupuh dan Kawih. Para pemenang di masing-masing mata lomba, masih menurut Encep, akan mewakili Kota Bandung ditingkat Provinsi Jawa Barat.

Dengan terselanggaranya acara ini, ia berharap dapat menguatkan karakter sunda pada siswa, khususnya di Kota Bandung. “Penguasaan bahasa sunda adalah salah satu pendidikan karakter. Karakter urang Jawa Barat tergantung pada penggunaan bahasa sundanya. Jika tidak dipelajari, maka jati diri Jawa Baratnya akan hilang. Semoga lewat acara ini, kita mampu menumbuhkan kecintaan kita terhadap bahasa sunda dan bisa melestarikannya sedari hari ini hingga nanti,” pungkasnya.

Salah satu peserta lomba

Muhammad Hafizh Mushin Amin sangat bangga bisa ikut berapresiasi di kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa melestarikan bahasa sunda adalah keharusan bagi seluruh peajar Jawa Barat. “Bahasa sunda itu penting, jika bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?,” ucap siswa SMAN 4 Bandung tersebut.

Kegiatan Pasanggiri ini dihadiri dan juga diresmikan oleh Pengawas dan Pembina SMA dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dian Peniasiani. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dan mendukung kegiatan tersebut. “Kami sangat apresiasi, ini jadi jawaban dari  tantangan berat dunia pendidikan untuk megupayakan generasi muda tetap melesatrikan bahasa sunda ditengah arus globalisasi kini,” tuturnya.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/